Seputih
Cinta Batik
Ala Agus Batik... itulah judul setiap
karya masakan Agus lelaki muda berasal dari kota Banjarmasin, Kalimantan Barat.
Berprofesi sebagai Guru di salah satu SMA Negeri Banjarmasin. Kecintaannya
terhadap masakan Indonesia telah membawa ia ke Sidney, Australia. Selain ia
mempunyai paras wajah tampan, ia juga mempunyai sifat penolong dan selalu
rendah hati.
Setiap komentar negatif dari para chef
master, membuat ia dibabak eliminasi.
Namun semangat serta kesabaran dan keteguhan hati membuat ia menjadi yang
terbaik dari kontestan lainnya. Dari awal perjalanan Agus menuju kitchen berkelas telah membuat ia semakin
mengucap syukur kepada yang Kuasa. Mendapatkan uang ratusan juta rupiah.
Sebagian uangnya yang ia dapatkan dari
hasil keringatnya, mampu membuat orang tuanya menginjak tanah Suci Mekkah. Sisa
uang tersebut ia simpan di Bank Mandiri untuk bekal menikah bersama kekasihnya
bernama Rahmi. Rahmi bekerja sebagai penjual makanan kantin disebuah SMA N 1
Banjar. Sebelumnya Rahmi juga salah seorang kontestan Mastercheff Indonesia
yang tereliminasi di empat besar.
Setelah Rahmi tereliminasi, ia
pun memutuskan merantau ke sebuah pulau di Kalimantan Barat tepatnya di kota
Banjarmasin untuk bertemu Agus. Rahmi gadis polos serta mandiri telah meluluh
lantakkan hati Agus. Agus begitu beruntung mendapatkan gadis bernama Rahmi.
Sosok Rahmi telah merubah agus sebagai lelaki yang semakin bersemangat ketika
menghadapi customer.
Agus sepulang dari restoran mewah
miliknya, menaikki mobil mewah dengan melaju kecepatan tinggi. Ia menuju tempat
Rahmi bekerja. Pandangan rahmi penuh dengan cinta membuat jantung agus
bergetar. Mata indah bersinar mesra memandang wajah tampan agus.
Kring....Kring...Kring... bunyi telephon genggam terdengar dari dalam saku Agus membuat ia kaget.
“Sorry
Rahmi ada telepon dari temen. Bentar ya sayang.” ucap Agus penuh tangan
bergetar.
“Iya sayang
nggak apa-apa.” Jawab Rahmi mesra.
Dengan cepat agus meninggalkan rahmi di kantin
sendirian. Rahmi semakin curiga dengan sikap Agus yang semakin aneh. Tanpa
mengucapkan kata selamat jalan kepada Rahmi, Agus berlari dan masuk ke dalam
mobil milikknya. Membuat perasaan Rahmi semakin galau.
Ternyata Agus mendapatkan telepon dari seorang
wanita bernama Anjar. Gadis desa yang biasa, berpakaian secara berlebihan,
centil, manja, serta judes. Sebenarnya gadis desa tersebut menyukai Agus
semenjak ia berhasil menjadi seorang
mastercheff Indonesia. Perasaan terpendam karena agus sepenuhnya milik
Rahmi, gadis kelahiran Padang.
Anjar hanya dapat memandang Agus bersama
Rahmi dari kejauhan mata. Kemesraan Agus dan rahmi membuat api cemburu mulai
tumbuh di hati Anjar. Semakin Agus dekat dengan Rahmi, semakin besar api
cemburu membakar hati Anjar. Demi mendapatkan perhatian lebih dari Agus, anjar
rela berpenampilan menyerupai Rahmi.
Anjar tak mempedulikan jika setiap ia
melangkah, ditertawakan oleh sejauh mata memandang. Yang ada di benak Anjar hanyalah
mendapatkan cinta dari Agus. Namun, Anjar tidak beruntung karena setiap ia
berbicara dengan Agus dianggap sebagai angin lewat. Hati Anjar penuh luka
tersayat.
Air mata yang berjatuhan membasahi
pipinya tak pernah kering. Agus merasa iba ketika melihat Anjar menangis. Tidak
sengaja mereka bertemu di taman kota. Hati Anjar gembira melihat Agus datang
menghampiri.
Tetapi, Anjar selalu berakting didepan Agus. Ia berpura-pura
menangis. Air mata buaya yang dibuat olehnya telah membuat mereka dekat. Tanpa
perasaan apapun, demi membuat Anjar tersenyum kembali. Agus mengajak Anjar
melewati masa indah.
Rahmi yang sedang bersandar di kantin
miliknya, membayangkan wajah Agus dengan senyuman tersipu malu.
“Door
! woi Mbak, melamun aja nih. Pasti Mbak Rahmi mikirin Mas Agus ya..?!” goda Rini
salah satu murid di SMA Negri 1 Banjar tersebut.
“Kamu
apa-apaan sih rin, ngagetin Mbak aja,” kata Rahmi.
“Mbak,
ada berita gawat nih Mbak...!” ucap Rini penuh kecemasan.
“Iya,
memang ada apa?” tanya Rahmi penasaran.
“Mbak,
please jangan marah ya..? sebenarnya
tadi aku melihat Mas Agus sama Mbak Anjar di taman sedang berduaan,” kata Rini
dengan raut wajah tegang.
“Apa?!
Nggak mungkin.! Rin, kamu jangan bohong! Nggak mungkin agus...menghianati
aku...” ucap Rahmi dengan satu tetesan airmata.
Dengan langkah
cepat Rahmi berlari menuju taman dengan pakaian yang dikenakannya yaitu batik
kesukaan Agus. Sesampai di taman kota, Rahmi melihat Agus sambil meniup mata
Anjar. Hati Rahmi melihat Agus seperti itu telah membuat Rahmi tak berdaya.
Rahmi yang termakan api cemburu melangkah menuju Agus.
Dengan hati
hancur Rahmi memukul pipi Agus hingga memar. Suara keras terlontar dari bibir Rahmi
telah membuat ia jatuh ke tanah kering. Kapanikkan mulai terlihat ketika darah
keluar dari hidung Rahmi membuat perasaan Agus bersedih. Dengan senyuman bahagia
dari bibir tipis Anjar membuat ia semakin ingin menghancurkan hidup Rahmi.
Setiap suara
tangisan dan kesedihan dari Agus membuat Rahmi sadar seketika. Dalam lima menit
itu pula, Rahmi mengucapkan perkataan yang tak seharusnya.
“Agus,
entah kenapa akhir-akhir ini sikapmu aneh ke aku. Aku kira kamu akan menemaniku
hingga matahari tak terbit lagi. Tapi kenyataannya ?” ujar Rahmi penuh
kesedihan yang mendalam.
“Apa
maksutmu Rah? Aku akan menemanimu sampai akhir menutup mata. Dan yang kamu
lihat waktu itu, tak seperti yang kamu pikirkan.” Agus mencoba menjelaskan
tetapi Rahmi masih tak percaya.
“Udahlah
gus, jika aku sembuh nanti aku akan kembali ke Padang. Tetapi jika hidupku
berakhir sampai disini aku ingin kamu menikah dengan Anjar.” Kata Rahmi berputus
asa.
“Enggak
Rah.. aku nggak akan membiarkan kamu pergi dari pelukku.” Agus semakin merintih
mendengar perkataan Rahmi.
Lima menit
berlalu, Rahmi kembali dalam keadaan tak sadarkan diri. Agus semakin menjerit
memanggil nama Rahmi. Dokter serta perawat lainnya menangani keadaan Rahmi yang
semakin kritis. Bunyi alarm dari dalam ruangan membuat perasaan Agus
semakin bercampur aduk.
Ia sedih,
bingung, cemas, disertai rasa pusing dikepala.
“Maaf
pak kami sudah berusaha, namun...” kata dokter mneggelengkan kepala sambil
menundukkan kepala.
“Tidak.....!!!
Rahmi...!!! kenapa kamu ninggalin aku
sendiri...! padahal kamu sudah berjanji akan menemani diriku...!!” Agus hanya menyandarkan
kepala di dinding warna putih. Ia yang tak sannggup kehilangan Rahmi, tak sanggup
melihat wajah pucat Rahmi.
Kini kekasih
yang disayangi telah meninggalkan Agus dalam sekejap. Kekasih yang terbujur
kaku di tanah merah. Amanat yang diberikan oleh Rahmi kepadanya dengan terpaksa
ia jalani. Karena sosok perempuan yang dicintainya telah meninggalkan kenangan
semu.
Perasaan
gembira yang ada dalam hati Anjar karena telah memiliki Agus sepenuhnya. Namun,
Agus tidak bahagia dengan pernikahan tersebut. Setiap harinya sepulang kerja,
rumah mewah berlantai dua dipenuhi keributan dan kekerasan. Suara pecah
dimana-mana.
Anjar yang
hanya menginginkan harta Agus, mencoba membawa kabur semua hartanya. Usahanya selalu
gagal. Bayangan aneh yang nampak di dinding ruang tengah. Sosok bayangan perempuan
berparas rahmi membuat Anjar menjadi semakin
ketakutan.
Itu hanya
imajinasi Anjar yang sudah menghancurkan hidup Agus dan Rahmi. Karena Agus tak
sanggup lagi hidup dengan Anjar, ia menceraikan anjar talak tiga. Anjar semakin
gila dengan keadaan yang dijalani.
Anjar diusir oleh Agus bagaikan makanan sisa.
Kini Anjar tak
ada tempat untuk berlindung dari kejamnya hujan dan panas. Ia mendatangi sebuah
rumah penampungan anak yatim piatu. Hidup Agus mulai sukar ketika menghadapi
pelanggan yang komplain dengan
hidangan yang di masak oleh para pegawainya. Ia pun mulai berfikir ke depan.
Hidup tanpa
pendamping memang sulit. Ia sadar kala melihat sepasang suami istri sedang
duduk bermesraan. Menikmati hidangan istimewa yang di masak oleh para pegawai
agus. Ingin rasanya Agus mengulangi kenangan indah bersama Rahmi ketika masih
ada.
Sulit baginya
mencari pendamping hidup. Karena sosok perempuan seperti Rahmi, telah merubah
segalanya dalam hidup Agus. Di tinggalkannya meja yang tertata rapi nan elegan.
Agus menuju sebuah tempat peristirahatan Rahmi yang terakhir.
Kala Agus
memanjatkan doa serta menaburkan bunga diatas makam yang masih basah tersebut, ia
bertemu sosok gadis berparas Rahmi. Dari wajah, mata, hidung hingga suara merdunya
pun menyerupai dia. Agus tercengang melihat paras gadis tersebut. Di temuinya
gadis tersebut, ternyata Rahmi masih hidup. Agus berfikir secara dua kali.
Kenapa bisa begini?
Karena di kala
dokter sedang menangani keadaan Rahmi, Rahmi sengaja bekerjasama dengan dokter
tersebut. Maka terungkaplah segala kebohongan Rahmi yang selama ini masih
hidup. Rahmi merahasiakan ini semua karena ingin membuktikan cinta tulus dari
seorang Agus batik.****
NB :
Pernah muat di
Media Widyatama_widyasastra dan
Di Forum
Lingkar Pena Kudus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar