Senin, 18 Juni 2012

Cerpen : Seputih Cinta Batik


Seputih Cinta Batik
Ala Agus Batik... itulah judul setiap karya masakan Agus lelaki muda berasal dari kota Banjarmasin, Kalimantan Barat. Berprofesi sebagai Guru di salah satu SMA Negeri Banjarmasin. Kecintaannya terhadap masakan Indonesia telah membawa ia ke Sidney, Australia. Selain ia mempunyai paras wajah tampan, ia juga mempunyai sifat penolong dan selalu rendah hati.
Setiap komentar negatif dari para chef master, membuat ia dibabak eliminasi. Namun semangat serta kesabaran dan keteguhan hati membuat ia menjadi yang terbaik dari kontestan lainnya. Dari awal perjalanan Agus menuju kitchen berkelas telah membuat ia semakin mengucap syukur kepada yang Kuasa. Mendapatkan uang ratusan juta rupiah.
Sebagian uangnya yang ia dapatkan dari hasil keringatnya, mampu membuat orang tuanya menginjak tanah Suci Mekkah. Sisa uang tersebut ia simpan di Bank Mandiri untuk bekal menikah bersama kekasihnya bernama Rahmi. Rahmi bekerja sebagai penjual makanan kantin disebuah SMA N 1 Banjar. Sebelumnya Rahmi juga salah seorang kontestan Mastercheff Indonesia yang tereliminasi di empat besar.
Setelah Rahmi tereliminasi, ia pun memutuskan merantau ke sebuah pulau di Kalimantan Barat tepatnya di kota Banjarmasin untuk bertemu Agus. Rahmi gadis polos serta mandiri telah meluluh lantakkan hati Agus. Agus begitu beruntung mendapatkan gadis bernama Rahmi. Sosok Rahmi telah merubah agus sebagai lelaki yang semakin bersemangat ketika menghadapi customer.
Agus sepulang dari restoran mewah miliknya, menaikki mobil mewah dengan melaju kecepatan tinggi. Ia menuju tempat Rahmi bekerja. Pandangan rahmi penuh dengan cinta membuat jantung agus bergetar. Mata indah bersinar mesra memandang wajah tampan agus.
Kring....Kring...Kring... bunyi telephon genggam terdengar dari dalam saku Agus membuat ia kaget.
Sorry Rahmi ada telepon dari temen. Bentar ya sayang.” ucap Agus penuh tangan bergetar.
“Iya sayang nggak apa-apa.” Jawab Rahmi mesra.
Dengan cepat agus meninggalkan rahmi di kantin sendirian. Rahmi semakin curiga dengan sikap Agus yang semakin aneh. Tanpa mengucapkan kata selamat jalan kepada Rahmi, Agus berlari dan masuk ke dalam mobil milikknya. Membuat perasaan Rahmi semakin galau.
Ternyata Agus mendapatkan telepon dari seorang wanita bernama Anjar. Gadis desa yang biasa, berpakaian secara berlebihan, centil, manja, serta judes. Sebenarnya gadis desa tersebut menyukai Agus semenjak ia berhasil menjadi seorang  mastercheff Indonesia. Perasaan terpendam karena agus sepenuhnya milik Rahmi, gadis kelahiran Padang.
Anjar hanya dapat memandang Agus bersama Rahmi dari kejauhan mata. Kemesraan Agus dan rahmi membuat api cemburu mulai tumbuh di hati Anjar. Semakin Agus dekat dengan Rahmi, semakin besar api cemburu membakar hati Anjar. Demi mendapatkan perhatian lebih dari Agus, anjar rela berpenampilan menyerupai Rahmi.
Anjar tak mempedulikan jika setiap ia melangkah, ditertawakan oleh sejauh mata memandang. Yang ada di benak Anjar hanyalah mendapatkan cinta dari Agus. Namun, Anjar tidak beruntung karena setiap ia berbicara dengan Agus dianggap sebagai angin lewat. Hati Anjar penuh luka tersayat.
Air mata yang berjatuhan membasahi pipinya tak pernah kering. Agus merasa iba ketika melihat Anjar menangis. Tidak sengaja mereka bertemu di taman kota. Hati Anjar gembira melihat Agus datang menghampiri.
Tetapi, Anjar selalu berakting didepan Agus. Ia berpura-pura menangis. Air mata buaya yang dibuat olehnya telah membuat mereka dekat. Tanpa perasaan apapun, demi membuat Anjar tersenyum kembali. Agus mengajak Anjar melewati masa indah.
Rahmi yang sedang bersandar di kantin miliknya, membayangkan wajah Agus dengan senyuman tersipu malu.
“Door ! woi Mbak, melamun aja nih. Pasti Mbak Rahmi mikirin Mas Agus ya..?!” goda Rini salah satu murid di SMA Negri 1 Banjar tersebut.
“Kamu apa-apaan sih rin, ngagetin Mbak aja,” kata Rahmi.
“Mbak, ada berita gawat nih Mbak...!” ucap Rini penuh kecemasan.
“Iya, memang ada apa?” tanya Rahmi penasaran.
“Mbak, please jangan marah ya..? sebenarnya tadi aku melihat Mas Agus sama Mbak Anjar di taman sedang berduaan,” kata Rini dengan raut wajah tegang.
“Apa?! Nggak mungkin.! Rin, kamu jangan bohong! Nggak mungkin agus...menghianati aku...” ucap Rahmi dengan satu tetesan airmata.
Dengan langkah cepat Rahmi berlari menuju taman dengan pakaian yang dikenakannya yaitu batik kesukaan Agus. Sesampai di taman kota, Rahmi melihat Agus sambil meniup mata Anjar. Hati Rahmi melihat Agus seperti itu telah membuat Rahmi tak berdaya. Rahmi yang termakan api cemburu melangkah menuju Agus.
Dengan hati hancur Rahmi memukul pipi Agus hingga memar. Suara keras terlontar dari bibir Rahmi telah membuat ia jatuh ke tanah kering. Kapanikkan mulai terlihat ketika darah keluar dari hidung Rahmi membuat perasaan Agus bersedih. Dengan senyuman bahagia dari bibir tipis Anjar membuat ia semakin ingin menghancurkan hidup Rahmi.
Setiap suara tangisan dan kesedihan dari Agus membuat Rahmi sadar seketika. Dalam lima menit itu pula, Rahmi mengucapkan perkataan yang tak seharusnya.
“Agus, entah kenapa akhir-akhir ini sikapmu aneh ke aku. Aku kira kamu akan menemaniku hingga matahari tak terbit lagi. Tapi kenyataannya ?” ujar Rahmi penuh kesedihan yang mendalam.
“Apa maksutmu Rah? Aku akan menemanimu sampai akhir menutup mata. Dan yang kamu lihat waktu itu, tak seperti yang kamu pikirkan.” Agus mencoba menjelaskan tetapi Rahmi masih tak percaya.
“Udahlah gus, jika aku sembuh nanti aku akan kembali ke Padang. Tetapi jika hidupku berakhir sampai disini aku ingin kamu menikah dengan Anjar.” Kata Rahmi berputus asa.
“Enggak Rah.. aku nggak akan membiarkan kamu pergi dari pelukku.” Agus semakin merintih mendengar perkataan Rahmi.
Lima menit berlalu, Rahmi kembali dalam keadaan tak sadarkan diri. Agus semakin menjerit memanggil nama Rahmi. Dokter serta perawat lainnya menangani keadaan Rahmi yang semakin kritis. Bunyi alarm dari dalam ruangan membuat perasaan Agus semakin bercampur aduk.
Ia sedih, bingung, cemas, disertai rasa pusing dikepala.
“Maaf pak kami sudah berusaha, namun...” kata dokter mneggelengkan kepala sambil menundukkan kepala.
“Tidak.....!!! Rahmi...!!! kenapa kamu ninggalin  aku sendiri...! padahal kamu sudah berjanji akan menemani diriku...!!” Agus hanya menyandarkan kepala di dinding warna putih. Ia yang tak sannggup kehilangan Rahmi, tak sanggup melihat wajah pucat Rahmi.
Kini kekasih yang disayangi telah meninggalkan Agus dalam sekejap. Kekasih yang terbujur kaku di tanah merah. Amanat yang diberikan oleh Rahmi kepadanya dengan terpaksa ia jalani. Karena sosok perempuan yang dicintainya telah meninggalkan kenangan semu.
Perasaan gembira yang ada dalam hati Anjar karena telah memiliki Agus sepenuhnya. Namun, Agus tidak bahagia dengan pernikahan tersebut. Setiap harinya sepulang kerja, rumah mewah berlantai dua dipenuhi keributan dan kekerasan. Suara pecah dimana-mana.
Anjar yang hanya menginginkan harta Agus, mencoba membawa kabur semua hartanya. Usahanya selalu gagal. Bayangan aneh yang nampak di dinding ruang tengah. Sosok bayangan perempuan berparas rahmi membuat Anjar menjadi semakin ketakutan.
Itu hanya imajinasi Anjar yang sudah menghancurkan hidup Agus dan Rahmi. Karena Agus tak sanggup lagi hidup dengan Anjar, ia menceraikan anjar talak tiga. Anjar semakin gila dengan keadaan yang dijalani. Anjar diusir oleh Agus bagaikan makanan sisa.
Kini Anjar tak ada tempat untuk berlindung dari kejamnya hujan dan panas. Ia mendatangi sebuah rumah penampungan anak yatim piatu. Hidup Agus mulai sukar ketika menghadapi pelanggan yang komplain dengan hidangan yang di masak oleh para pegawainya. Ia pun mulai berfikir ke depan.
Hidup tanpa pendamping memang sulit. Ia sadar kala melihat sepasang suami istri sedang duduk bermesraan. Menikmati hidangan istimewa yang di masak oleh para pegawai agus. Ingin rasanya Agus mengulangi kenangan indah bersama Rahmi ketika masih ada.
Sulit baginya mencari pendamping hidup. Karena sosok perempuan seperti Rahmi, telah merubah segalanya dalam hidup Agus. Di tinggalkannya meja yang tertata rapi nan elegan. Agus menuju sebuah tempat peristirahatan Rahmi yang terakhir.
Kala Agus memanjatkan doa serta menaburkan bunga diatas makam yang masih basah tersebut, ia bertemu sosok gadis berparas Rahmi. Dari wajah, mata, hidung hingga suara merdunya pun menyerupai dia. Agus tercengang melihat paras gadis tersebut. Di temuinya gadis tersebut, ternyata Rahmi masih hidup. Agus berfikir secara dua kali. Kenapa bisa begini?
Karena di kala dokter sedang menangani keadaan Rahmi, Rahmi sengaja bekerjasama dengan dokter tersebut. Maka terungkaplah segala kebohongan Rahmi yang selama ini masih hidup. Rahmi merahasiakan ini semua karena ingin membuktikan cinta tulus dari seorang Agus batik.****

NB :
Pernah muat di Media Widyatama_widyasastra dan
Di Forum Lingkar Pena Kudus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar